PENDARRA

Pendarra adalah unit musik pop-folk asal Bandung yang kini mencuri perhatian di kancah musik alternatif Indonesia melalui gaya penceritaan yang personal dan aransemen yang menenangkan. 

Berikut adalah ulasan mengenai grup musik tersebut:

1. Profil dan Anggota

Grup ini kini beroperasi dalam format trio yang digawangi oleh: 

  • Arjunet Abdi Nugraha: Vokalis sekaligus pencipta lagu yang menjadi otak di balik narasi emosional Pendarra.
  • Desianne Kinanthi: Memberikan karakter vokal yang melengkapi suasana lagu-lagu mereka.
  • Iqbal Nuriana (Bale): Bagian dari formasi inti yang memperkuat fondasi musikalitas grup. 

2. Karakteristik Musik

Musik Pendarra dikenal dengan penceritaan yang sederhana namun penuh makna. Fokus utama mereka adalah membawa pendengar ke dalam perjalanan emosional, sering kali mengangkat tema-tema tentang proses hidup—mulai dari titik terendah hingga upaya menemukan harapan. Secara sonik, mereka menggabungkan elemen folk yang hangat dengan tekstur musik alternatif yang modern. 

3. Karya Utama: Album Ode Matahari 

Pada Mei 2024, Pendarra merilis album perdana mereka yang bertajuk “Ode Matahari”. Album ini dirancang dalam tiga babak yang menggambarkan fase kehidupan: 

  • Single Unggulan: Lagu seperti “Perjalanan Singkat” menjadi salah satu karya yang paling disorot karena liriknya yang mendalam tentang penerimaan diri.
  • Kolaborasi: Mereka juga berkolaborasi dengan musisi berbakat lainnya seperti Dere dalam lagu “Bermekaran dan Mewangi” serta grup Matter Halo. 

Lirik

Aku, dingin
Dan kau makin semarak menuang cuka diatas luka

Aku mendakimu jauh sampai patah kaki
Sedang kau mati suri berdendang sendiri
Aku mendakimu jauh sampai patah kaki
Sedang kau mati suri berdendang sendiri

Aku, dingin
Dan kau makin semarak menuang cuka diatas luka
Aku mendakimu jauh sampai patah kaki
Sedang kau mati suri berdendang sendiri
Aku mendakimu jauh sampai patah kaki
Sedang kau mati suri berdendang sendiri

Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia
Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia
Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia
Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia

Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia
Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia
Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia
Sejak itu Tuhan sebut kita sia-si

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *