IDGITAF

Idgitaf (Brigitta Sriulina Beru Meliala) telah bertransformasi dari sekadar “fenomena TikTok” menjadi salah satu pilar terpenting dalam industri musik pop-alternatif Indonesia. Berikut adalah ulasan mengenai musikalitas dan perjalanannya: 

1. Karakteristik Musik: Kejujuran dalam Ketidaknyamanan

Kekuatan utama Idgitaf terletak pada lirik yang jujur dan reflektif. Ia sering mengangkat tema-tema coming of age, seperti ketakutan menghadapi usia dewasa dalam lagu “Takut” atau proses penyembuhan dari trauma di lagu “Satu-Satu”. Musiknya memadukan elemen pop, folk, dan pop alternatif dengan aransemen yang intim namun tetap ramah di telinga. 

2. Diskografi Utama

  • Album “Mengudara” (2023): Album penuh perdana yang mengeksplorasi tema “melepaskan” dan “doa untuk orang lain”. Kritikus memuji penggunaan diksi bahasa Indonesia yang apik dalam album ini.
  • EP “Semoga Sembuh”: Menjadi titik balik kematangannya dalam bercerita lewat musik setelah viral dengan konten-konten mashup di media sosial. 

3. Pencapaian Fenomenal (Akhir 2025)

Menjelang penutupan tahun 2025, Idgitaf mencatatkan sejarah baru sebagai solois perempuan Indonesia dengan pendengar bulanan terbanyak di Spotify, menembus angka hingga 16,8 – 19 juta pendengar. Keberhasilan ini didorong oleh single hits seperti “Sedia Aku Sebelum Hujan” yang memuncaki tangga lagu digital. 

Lirik

Ditekan dari segala sisi
Sering kali hilang arti
Aku hidup untuk siapa?

Ku sudah tidak nyaman lagi
Bermimpi pun tahu diri
Apa sebaiknya pergi?

Jika semua bersandar padaku
Lalu aku bersandar ke mana?

Mengalah walau bukan aku yang salah
Membisu saat semua sibuk beradu
Walau tak rela pun kubantu, berdoa ini semua
Berakhir di aku

Setiap hari ku mengais
Harta yang tak kumiliki
Apa yang aku miliki?

Jika semua bersandar padaku
Lalu aku bersandar ke mana?

Mengalah walau bukan aku yang salah
Membisu saat semua sibuk beradu
Walau tak rela pun kubantu, berdoa ini semua
Berakhir di aku

Berakhir di aku
Berakhir di aku (berakhir di aku)
Berakhir di aku
Berakhir di aku

Walau tak rela pun kubantu, berdoa ini semua
Berakhir di aku

Membisu saat semua sibuk beradu (sibuk beradu)
Walau tak rela pun kubantu, berdoa ini semua
Berakhir
Berakhir di aku

berakhir di aku
(Berakhir di aku) hu-hu, uh-hu, uh-hu

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *