.FEAST

.Feast adalah salah satu band rock paling berpengaruh di kancah musik arus utama Indonesia saat ini, yang dikenal karena kemampuannya menggabungkan riff gitar yang “garang” dengan lirik yang sarat akan kritik sosial. 

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai elemen-elemen utama mereka:

1. Evolusi Musikal: Dari “Amarah” ke “Refleksi”

Awalnya, .Feast dikenal dengan suara stoner rock dan nuansa politis yang kental melalui album Multiverses dan EP Beberapa Orang Ria. Namun, dalam album terbaru mereka, Membangun & Menghancurkan (2024), mereka menunjukkan evolusi signifikan: 

  • Kedewasaan Tema: Jika dulu mereka lebih banyak “berteriak” tentang ketidakadilan sistemik, kini mereka lebih banyak berefleksi tentang kehidupan pribadi, keluarga, dan ketakutan akan kematian.
  • Eksperimen Suara: Album ini digambarkan sebagai momen di mana mereka “menghancurkan” identitas lama untuk membangun sesuatu yang baru, dengan kolaborasi lintas produser yang menghasilkan musikalitas lebih kaya. 

2. Lirik sebagai Senjata Kritik

Kekuatan utama .Feast terletak pada penulisan lirik oleh Baskara Putra yang tajam namun puitis: 

  • Isu Sosial: Lagu-lagu seperti “Peradaban” dan “Tarian Penghancur Raya” menjadi anthem perlawanan terhadap gaya hidup konsumtif dan ketimpangan budaya.
  • Sisi Humanis: Di sisi lain, lagu seperti “Nina” menunjukkan sisi lembut mereka, yang menceritakan kasih sayang seorang ayah (terinspirasi dari gitaris Adnan) kepada anaknya. 

3. Performa Panggung dan Integritas

Di atas panggung, .Feast tidak hanya sekadar bermain musik. Mereka sering menyuarakan keresahan secara langsung, seperti saat basis mereka menegur tindakan aparat yang represif di tengah konser. Hal ini memperkuat citra mereka sebagai band yang memiliki posisi politik dan sosial yang jelas. 

Lirik

Oh jelas aku tahu bunga akan layu
Rumput kian mengering daun kan menguning
Kau tahu menurutku waktu adalah
Kutukan ancaman bualan

Dan satu per satu orang sekitarku
Mulai ditinggalkan oh ini peringatan

Untukku o Tuan wahai Kematian
Ku tak bisa melawan jamah perhentian
Berjanji kuikhlaskan dengan rela
Namun jangan hari ini

Melihatmu masuk ke dalam ruang operasi
Berdoa semalam suntuk di kamar yang hening
Tanpa metafora dan analogi
Kiasan berbelit diksi tanpa berbungkus fiksi
Aku takut

Untuknya o Tuan wahai Kematian
Ku tak bisa melawan jamah perhentian
Berjanji kuikhlaskan dengan rela
Namun jangan hari ini

Kurelakan o Tuan
Kurelakan namun jangan hari ini
Kurelakan o Tuan
Kurelakan namun jangan hari ini
Kurelakan o Tuan
Kurelakan namun jangan hari ini
Namun jangan hari ini

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *